Minggu, 04 November 2012

PERTUMBUHAN DAN KEMUNDURAN


Pada awalnya psikologi perkembangan mengkhususkan diri pada masalah usia dan tahapan-tahapan. Para menyelidik terdorong untuk mempelajari usia yang khas dan tertentu dimana terjadi tahap perkembangan. Sebagai besar riset dipusatkan kepada anak-anak prasekolah, usia sekolah dan remaja. Baru kemudian riset diperluas kebawah, pertama ke tahap kelahiran lalu ke pembuahan, dan selanjutnya keatas, ketahap usia dewasa, usia lanjut, dan akhirnya usia pertengahan.
Ada dua alasan yang terjadi pada perbedaan penekanan psikologi perkembangan, pertama penelitian terhadap periode tertentu, sangat dipengaruhi oleh keingnan untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan priode tersebut. Misalnya, riset mengenai usia bayi dikembangkan dan disesuaikan pertumbuhan untuk bulan-bulan mendatang agar bisa berkembang dengan baik.
Asalan kedua mengapa lebih sulit mempelajari manusia pada tahap kehidupan tertentu daripada tahapan-tahapan kehidupan lain. Misalnya usia dewasa dibandingkan dengan usia prasekolah.
Pada saat ini akhi psikologi perkembangan mempunyai enam tujuan pokok, yaitu :
1.      Menemukan perubahan-perubahan apakah yang terjadi pada usia yang umum dank has dalam penampilan, perilaku, minat, dan tujuan dari masing-masing periode perkembangan
2.      Menemukan kapan perubahan-perubahan ini terjadi
3.      Menemukan sebab-sebabnya
4.      Menemukan bagaimana perubahan tu mempengaruhi perilaku
5.      Menemukan dapat tidaknya perubahan-perubahan itu diramalkan
6.      Menemukan apakah perubahan itu bersifat individual atau universal

A.      ARTI PERUBAHAN DALAM PERKEMBANGAN
Perkembangan berarti serangkaian perubahan progresif yang terjad sebagai akibat dari kematangan dan pengalaman. Seperti dikatakan oleh Van den Daele dalam Elizabeth B. Harlock  (1980) “perkembangan berarti perubahan secara kualitatif”. Pada dasarnya perkembangan bukan sekedar penambahan tinggi badan atau peningkatan kemampuan seseorang, melainkan suatu proses integrasi dari banyak struktur dan fungsi tubuh yang kompleks.
Pada proses perkembangan pertumbuhan dan kemunduran saling bertentangan. Dari masa konsepsi hingga masa kematian semua dialami manusia yang berubah drastis dan tak pernah statis. Semenjak pembuahan hingga ajal selalu terjadi perubahan, baik dalam fisik maupun kemampuan psikologis. Sekalipun mengalami perkembangan yang kesinambunagn, perkembangan itu merupakan proses siklik dengan perkembangan kemampuan-kemampuan dan kemudian akan menghilang, dan akan muncul kembali pada usia berikutnya.
Seringkali pola perubahan manusia mirip kurva bentuk lonceng, pada awalnya naik dengan tiba-tiba, mendatar selama usia pertengahan, dan turun secara perlahan atau mendadak pada usia lanjut. Pola ini tidak pernah satu garis lurus walau terjadi periode stabil yang singkat atau berkepanjangan dalam perkembangan kemampuan yang berbeda.

B.      TUJUAN PERUBAHAN DALAM PERKEMBANGAN
Perubahan dalam perkembangan bertujuan untuk memungkinkan seseorang menyesuaikan diri sendiri dengan lingkungan dimana ia hidup. Untuk mencapai tujuan tersebut maka seseorang harus merealisasi diri atau mengaktualisasi diri. Namun tujuan ini tidak pernah stastis dan dapat dianggap sebagai dorongan untuk melakukan sesuatu yang tepat untuk dilakukan, baik secara fisik maupun psikologis.
Realisasi ini memainkan peranan penting dalam kesehatan jiwa, maka orang yang berhasil menyesuaikan diri secara pribadi maupun social, harus mempunyai kesempatan untuk mengungkapkan minat, dan keinginannya dengan cara yang memuaskan.

C.      TELAAH TENTANG PERUBAHAN PERKEMBANGAN
Telah disebutkan tentang perubahan dalam perkembangan selama masa anak-anak dan masa remaja dilakukan secara luas, dan mendalam dibandingkan dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada usia lanjut. Banyak keyakinan-keyakinan tradisional yang kuat tentang anak-anak dan remaja tidak berpengaruh terhadap riset. Perubahan yang terjadi hanya dialami sebagian populasi kecil.
Seberapa penting proses kematangan berdasarkan factor-faktor genetic memainkan peran dalam menghasilkan perubahan perkemangan dibandingkan dengan tekanan-tekanan dan pengalaman lingkungan yang menjadi pusat penelitian.
Dorongan yang kuat untuk mengadakan riset tentang perubahan-perubahan perkembangan telah memunculkan teori-teori baru tentang sebab dan akibat perubahan tersebut. Teori tersebut tidak selalu didukung dengan kenyataan yang adekuat, dan riset-riset yang dilakukan kebanyakan didorong untuk menyangkat atau membenarkan bahan yang telah diakui dalam bidang psikologi.

D.     SIFAT TERHADAP PERUBAHAN DALAM PERKEMBANGAN
Kebanyakan orang cenderung beranggapan bahwa masa lalu lebih baik dari masa kini. Kebanyakan anak remaja mengejar mereka saat menjadi belasan tahun, namun setelah tiba saatnya mereka merindukan masa anak-anak. Sama halnya dengan seorang yang mendambakan pensiun, apabila saatnya mereka berharap kembali ketahun-tahun sebelumnya.

E.      FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP TERHADAP PERUBAHAN-PERUBAHAN DALAM PERKEMBANGAN
1.      Penampilan diri, perubahan-perubahan yang meningkatkan penampilan diri seorang akan diterima dengan senang hari dan mengarahkan kepada sikap yang menyenangkan. Sehingga seseorang akan berusaha menutupi segala perubahan yang mengurangi penampilannya, agar tidak ditolak dilingkungan.
2.      Perilaku, perubahan-perubahan perilaku memalukan yang terjadi pada usia pubertas dan usia lanjut, hal tersebut akan berpengaruh pada sikap terhadap perubahan-perubahan yang kurang menyenangkan. Contohnya, ketidak berdayaan masa bayi berkembang secara bertahap menuju kemandirian masa kanak-kanan.
3.      Stereotip budaya, dari media massa, orang memperajari budaya yang dikaitkan dengan berbagai usia untuk menilai orang-orang dalam usia tersebut.
4.      Nilai-nilai budaya, setiap budaya mempunyai nilai-nilai tertentu yang dikaitkan dengan usia-usia yang berbeda, karena produktifitas maksimum yang dikaitkan dengan kemudahan menjalani budaya tersebut.
5.      Perubahan peranan, sikap terhadap orang dari bermacam usia yang dipengaruhi peran yang meraka mainkan, seperti pensiun, menjanda, menikah.
6.      Pengalaman pribadi, sikap ini memiliki pengaruh besar dalam perilaku individu dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadia dalam proses perkembangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar