A. LATAR BELAKANG
National
Institutes of Health menyatakan ADHD "masalah kesehatan publik yang parah"
dalam konferensi konsensus pada ADHD pada tahun 1998. Dalam dialog yang sedang
berlangsung tentang ADHD pada anak-anak berbakat, tiga pertanyaan yang sering
muncul.
1.
Apakah
anak-anak berbakat didiagnosis dengan over gangguan tersebut?
2.
Dalam
hal apa anak ADHD berbakat berbeda dari anak-anak berbakat tanpa gangguan dan
dari anak-anak ADHD lainnya?
3.
Apakah
penelitian yang muncul menunjukkan perbedaan dalam intervensi atau dukungan?
Ada tiga
subtipe dari ADHD: didominasi jenis kurang perhatian, jenis didominasi
hiperaktif / impulsif, dan tipe gabungan. Penentuan subjektif dari apa yang
merupakan penurunan yang signifikan adalah salah satu dari beberapa faktor yang
berkontribusi terhadap kontroversi mengenai diagnosis dan pengobatan, terutama
pada anak-anak berbakat.
B. TUJUAN
1. Membedakan
anak berbakat dan non-berbakat dengan ADHD
2. Untuk
menilai ADHD pada anak berbakat
3. Mencari
intervensi dan dukungan yang tepat
C. METODE PENELITIAN
Kaufman
dan rekan-rekannya (2000) menunjukkan bahwa pekerjaan mengidentifikasi
anak-anak ADHD berbakat lebih terganggu daripada anak-anak ADHD lainnya,
menunjukkan kemungkinan bahwa kita kehilangan anak-anak berbakat dengan bentuk lebih
ringan dari ADHD. Kemampuan yang tinggi dapat menutupi ADHD, dan kekurangan perhatian
dan cenderung impulsif menekan nilai tes serta kinerja akademik tinggi yang
banyak diandalkan
sekolah untuk mengidentifikasi bakat. Juga, guru mungkin cenderung fokus pada perilaku mengganggu
siswa ADHD berbakat dan gagal untuk melihat indikator kemampuan tinggi.
Disarankan
bahwa anak-anak yang gagal memenuhi kriteria skor tes untuk bakat dan kemudian
didiagnosis dengan ADHD diuji ulang untuk program berbakat (Baum, Olenchak,
& Owen, 1998; Bulan, 2002).
Idealnya, diagnosis ADHD pada anak-anak berbakat harus
dilakukan oleh tim multidisiplin yang mencangkup setidaknya dokter profesional
dalam membedakan kejiwaan dan profesi yang memahami perkembangan karakteristik
anak-anak berbakat.
D. HASIL PENELITIAN
Sebagian kelompok anak ADHD cenderung tertinggal dua sampai tiga tahun dari
teman-teman sebaya dalam kematangan sosial dan emosi, termasuk anak berbakat
ADHD (Barkley, 1998). Sebagian lagi, anak-anak berbakat tanpa ADHD cenderung
perkembangan kognitif, sosial dan emosi lebih tua dua sampai empat tahun dari
usia mereka sendiri (Neihart Reis, Robinson & Moon, 2002).
Ketika anak berbakat tanpa gangguan dan anak berbakat ADHD ditempatkan
bersamaan mungkin menemukan tantangan kematangan lanjutan ketika anak ADHD
merasa tidak sebanding. Anak berbakat tanpa gangguan mungkin memiliki kesabaran
dalam menyikapi atau menyesuaikan ketidak matangan sosial dengan anak berbakat
ADHD ditengah-tengah mereka.
Penelitian ini jelas, bahwa kurangnya tantangan intelektual dan sedikit
akses kepada orang lain dengan minat yang sama, kemampuan, dan penyesuaia
merupakan faktor resiko anak berbakat berkontribusi terhadap masalah sosial dan
emosional.
Pengajar disekolah jarang memiliki pelatihan yang dibutuhkan untuk membedakan
diagnosa ADHD dan dokter juga sedikit menyadari karakteristik perkembangan anak
berbakat yang unik sebagai upaya pelayanan yang akurat.
Salah satu alasan orang tua mungkin ragu untuk mematuhi rekomendasi
pengobatan untuk anak-anak mereka karena mereka sendiri kurang yakin anak
mereka mengalami gangguan tersebut.
Penelitian menunjukan bahwa kita tidak boleh berasumsi bahwa semua
intervensi yang direkomendasikan untuk anak ADHD sesuai yang anak berbakat
butuhkan. Temuan awal menunjukan adanya perbedaan dalam melakukan intervensi
anak-anak ADHD berbakat. Contohnya, anak berbakat cenderung suka denga
kerumitan, mempercepat waktu dan menyederhanakan tugas-tugas, sedangan, bagi
siswa ADHD berbakat dapat meningkatkan rasa stres/frustasi dalam mengerjakan
tugas-tugas.
E. KESIMPULAN
Anak berbakat dan anak berbakat ADHD memiliki perbedaan dari sisi sosial
dan emosional, kecuali intelegensi yang sama. Anak berbakat ADHD tidak mampu
mengikuti perkembangan belajar anak berbakat tanpa gangguan, karena anak
berbakat tanpa gangguan lebih senang dengan hal-hal yang cepat dan dapat
menimbulkan rasa frustasi dalam peyesuaian pada anak berbakat ADHD dikarenakan
kurangnya perhatian dan guru gagal melihat indikator kemampuan tinggi mereka
Adanya
kekhawatiran bahwa anak hiperaktif lebih disebabkan oleh kurikulum yang tidak
sesuai atau karakteristik kemampuan yang tinggi yang salah dikaitkan untuk anak
berbakat ADHD dari tantangan intelektual denga dukungan dan intervensi
mengatasi ketidakdewasaan sosial dan emosial anak berbakat ADHD.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar