A.
PENGERTIAN
Kajian konsep dasar
belajar dalam teori humanisme didasarkan pada pemikiran bahwa belajar merupakan
kegiatan yang dilakukan seeorang dalam upaya memenuhi kebutuhan seperti,
kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan dan cinta
orang lain. Dalam proses pembelajaran, kebutuhan-kebutuhan tersebut perlu
diperhatikan agar peserta didik tidak merasa dikecewakan. Apabila peserta didik
merasa upaya pemenuhan kebutuhannya terabaikan maka kemungkinan besar di dalam
dirinya tidak akan motivasi berprestasi dalam belajarnya.
B.
Adapun
tokoh – tokoh yang mempelopori psikologi humanistik yang digunakan sebagai
teori belajar humanisme sebagai berikut :
a)
Abraham Maslow
Di kenal sebagai
pelopor aliran humanistik. Maslow percaya bahwa manusia bergerak untuk memahami
dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang paling di kenal adalah teori
tentang Hierarchy of Needs ( Hirarki
kebutuhan ). Dia mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk
memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarkis. Pada diri orang memiliki rasa takut
yang dapat membahayakan apa yang sudah ia miliki dan sebagainya, tetapi di sisi
lain memiliki dorongan untuk lebih maju ke arah keutuhan. Manusia juga
bermotivasi untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan hidupnya. Kebutuhan –
kebutuhan tersebut memiliki hirarki ( tingkatan ) mulai dari yang rendah sampai
yang tinggi. Adapun hirarki – hirarki tersebut adalah :
·
Kebutuhan fisiologis atau dasar
·
Kebutuhan akan aman dan tenteram
·
Kebutuhan akan dicintai dan disayangi
·
Kebutuhan untuk dihargai
·
Kebutuhan untuk aktualisasi diri
b)
Arthur Combs
Bersama dengan Donald
Syngg ( 1904 – 1967 ) mereka mencurahkan banyak perhatian pada dunia
pendidikan. Meaning ( makna atau arti
) konsep sering yang di gunakan. Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi
individu. Guru tidak bisa memaksakan materi yang tidak di sukai atau tidak
relevan dengan kehidupan mereka. Untuk itu guru harus memahami perilaku siswa
dengan mencoba memahami dunia persepsi siswa tersebut, sehingga apabila merubah
perilakunya, seorang guru harus berusaha merubah keyakinan atau pandangan siswa
yang ada.
Combs berpendapat
bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar
apabila materi pelajarannya disusun dan disajikan sebagaimana mestinya. Padahal
arti tidak menyatu pada materi pelajaran itu. Sehingga yang terpenting adalah
bagaimana membawa siswa untuk memperoleh arti bagi kepribadiannya dari materi
pelajaran tersebut dan menghubungkan dalam kehidupan. Combs memberikan persepsi
diri dan dunia seseorang seperti dua lingkaran ( kecil dan besar ).
Ø Lingkaran kecil adalah gambaran
dari persepsi diri
Ø Lingkaran besar adalah persepsi
dunia.
c)
Carl Rogers
Adalah seorang
psikolog humanistik yang menekankan perlunya sikap saling menghargai dan tanpa
prasangka dalam membantu mengatasi masalah – masalah kehidupannya. Menurutnya
hal yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya guru
memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran yaitu :
1. Menjadi
manusia berarti memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar. Siswa tidak harus
belajar tentang hal – hal yang tidak ada artinya.
2. Siswa akan
mempelajari hal – hal yang bermakna bagi dirinya. Pengorganisasian bahan
pelajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bahan dan ide
baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa.
3.
Pengorganisasian bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru
sebagai bahan yang bermakna bagi siswa.
4. Belajar yang
bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses.
Dari bukunya Freedom to learn, ia menunjukan sejumlah prinsip – prinsip yang
terpenting adalah :
1. Manusia itu
mempunyai kemampuan belajar secara alami
2. Belajar yang
signifikan terjadi apabila materi pelajaran dirasakan murid mempunyai relevansi
dengan maksud – maksud tersendiri.
3. Belajar yang
menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya sendiri di anggap
mengancam dan cenderung untuk ditolaknya.
4. Belajar yang
bermakna di peroleh siswa dengan melakukanya.
5. Belajar
diperlancar bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar dan ikut bertanggung
jawab terhadap proses belajar itu.
Salah satu model
pendidikan terbuka mencakup konsep mengajar guru yang fasilitatif yang
dikembangkan Rogers diteliti oleh Aspy dan Roebuck pada tahun 1975 mengenai
kemampuan para guru untuk menciptakan kondisi yang mendukung yaitu empati,
penghargaan dan umpan balik positif. Ciri-ciri guru yang fasilitatif
adalah :
1.
Merespon perasaan siswa
2.
Menggunakan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang
3.
Berdialog dan berdiskusi dengan siswa
4.
Menghargai siswa
5.
Kesesuaian antara perilaku dan perbuatan
6.
Menyesuaikan isi kerangka berpikir siswa ( penjelasan untuk memantapkan
kebutuhan segera dari siswa )
7.
Tersenyum pada siswa
Dari penelitian itu
diketahui guru yang fasilitatif mengurangi angka bolos siswa, meningkatkan
angka konsep diri siswa, meningkatkan upaya untuk meraih prestasi akademik
termasuk pelajaran bahasa dan matematika yang kurang disukai, mengurangi
tingkat problem yang berkaitan dengan disiplin dan mengurangi perusakan pada
peralatan sekolah, serta siswa menjadi lebih spontan dan menggunakan tingkat
berpikir yang lebih tinggi.
Bagaimana proses
belajar dapat terjadi menurut teori belajar humanisme? Orang balajar karena
ingin mengetahui dunianya. Individu memilih sesuatu untuk dipelajari,
mengusahakan proses belajar dengan caranya sendiri, dan menilainya sendiri
tentang apakah proses belajarnya berhasil.
C.
Analisis dan implementasi teori humanistic
Teori humanistiklebih menekankan
pada bagimana memahami persoalan manusia dari berbagai dimensi yang
dimilikinya, baik dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kegiatan
pembelajaran memiliki tujuan utama untuk kepentingan memanusiakan manusia
(proses humanisasi). Teori ini lebih banyak membahas mengenai konsep-konsep
pendidikan untuk membentuk manusia yang dicita-citakan, serta tentang proses
belajar dalam bentuknya yang paling ideal.
Keberhasilan
implementasi menurut teori ini dalam belajar harus dilakukan dengan cara menciptakan
suasana pembelajaran yang menyenangkan, menggairahkan,memberi kebebasan siswa
dalam memahami dan menganalisis materi atau informasi yang diterimanya. Guru
harus bisa menciptakan pembelajaran secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang dan memotivasi siswa untuk melakukan kegiatan
pembelajaran. Keterlibatan siswa secara fisik juga merupakan wahan untuk
menghilangkan kejenuhan dari kegiatan pembelajaran yang tiap hari mereka
kerjakan. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang memenuhi criteria di atas
dapat dilakukan dengan cara guru merubah wahana atau situasi tempat
pembelajaran, misalnya saja pembelajaran yang biasanya dilaksanakan di dalam
kelas kita bisa merubahnya di luar ruangan seperti di kebun ataupun halaman
sekolah.
Sedangkan
mengenai metode atau strategi yang dilaksanakan, seorang guru bisa melaksanakan
pembelajaran yang monoton atau pembelajaran yang hanya terpusat kepada siswa.
Tetapi pembelajaran juga terpusat pada siswa sehingga tidak hanya gurunya saja
yang aktif tetapi siswanya juga aktif. Dengan siswanya aktif diharapkan siswa
akan memiliki kompetensi yang lebih untuk memahami dan mengerti akan materi
yang sedang dipelajari.
Teori
humaistik ini akan sangat membantu para pendidik dalam memahami arah belajar
pada dimensi yang luas. Dalam konteks ini, upaya pembelajaran apapun dan pada
konteks manapun akan selalu diarahkan dan dilakukan untuk mencapai tujuannya.
Meskipun teori ini sukar untuk diterjemahkan ke dalam langkah-langkah yang
praktis dan operasional, namun sumbangan teori ini sangat besar alam kegiatan
pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar